Loading...

Minggu, 07 Maret 2010

Tugas Laporan Observasi

DI SD NEGERI 02 KAYUMANIS JAKARTA TIMUR















Oleh :
Atiya husna samiyati
1445086136


MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2010

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur saya haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Laporan Observasi mata kuliah Manajemen Keuangan.
Tugas ini merupakan hasil observasi saya temntang manajemen keuangan sekolah di SD Negeri 2 Kayumanis Jakarta Selatan yang dikepala sekolahi oleh Dra. Ai Suryani, M. Pd.

Penyusun

Atiya Husna S
2010

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………………1
B. Perumusan Masalah ………………………………………………2
C. Batasan ………………………………………………………………2
D. Tujuan dan Manfaat ………………………………………………2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Manajemen Keuangan Sekolah ………………………………….3-6
B. RAPBS ……………………………………………………………6-8
C. BOP dan BOS …………………………………………………….9-11
D. Hasil Observasi dan Lampiran…………………………………11-14
BAB III
PENUTUP
A. Analisis Hasil Observasi ……………………………………………15
B. Saran ………………………………………………………………15
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang menganut system pemerintahan demokrasi dan desentralisasi. Masyarakat bebas mengeluarkan pendapatnya sebagai salah satu kontribusi mereka membangun Negara ini. Itulah salah satu bentuk demokrasi Negara ini. Desentralisasi di Negara ini terwujud dengan pemberian/pembagian kekuasaan pemerintah pusat ke pemerintah daerah, seterusnya sampai ke sub system pemerintahan terkecil lainnya.
Sekolah merupakan salah satu sub system pemerintahan yang memiliki kekuasaan untuk mengembangkan diri dengan pendanaan dari pemerintah berupa BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kepala sekolah sebagai seorang manajer sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan dan memantau pelaksanaan kegiatan yang telah di tetapkan pemerintah untuk sekolah-sekolah, termasuk untuk pengeluaran-pengeluaran yang harus diberikan untuk pembangunan pendidikan di sekolahnya.
Sebagai langkah awal kegiatan sekolah, setiap sekolah harus membuat sebuah perencanaan pemasukan dan pengeluaran yang akan dilaksanakan nantinya. Rencana kegiatan pemasukan dan pengeluaran disebut dengan RAPBS (Rencana Anggaran Pemasukan dan Belanja Sekolah). RAPBS merupakan suatu pedoman sekolah dalam melakukan pengeluaran yang dibutuhkan sekolah, sehingga segala bentuk pengeluaran diluar rencana dapat dihindari.
B. Perumusan Masalah
1. Apakah yang dibahas dalam Manajemen Keuangan Sekolah?
2. Apakah yang dimaksud dengan RAPBS?
3. Apakah yang dimaksud dengan BOP dan BOS?
C. Batasan
Batasan Pembahasan di laporan ini adalah sebatas hasil observasi yang telah dilakukan, tidak lebih atau keluar dari hasil yang diperoleh. Observasi saya adalah tentang Manajemen Keuangan Sekolah, RAPBS, BOP, dan BOS.
D. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dibuatnya laporan observasi ini adalah sebagai suatu bahan pelaporan atas observasi yang telah dilakukan untuk mata kuliah Manajemen Keuangan tentang Manajemen Keuangan Sekolah. Mudah-mudahan dengan laporan ini dapat diambil manfaat dalam segi informasi Manajemen Keuangan Sekolah.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Manajemen Keuangan Sekolah
Manajemen keuangan merupakan salah satu gugusan substansi administrasi pendidikan. Manajemen keuangan adalah salah satu bidang garapan administrasi pendidikan yang secara khusus menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang dimiliki dan digunakan di sekolah dasar.
1. Pengertian manajemen keuangan
Menurut para pakar administrasi pendidikan, manajemen keuangan pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemerolehan dan pendayagunaan uang secara tertib, efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan. Berdasarkan pengertian yang sangat sederhana tersebut ada dua hal yang perlu digarisbawahi berkaitan dengan manajemen keuangan di sekolah dasar.
1) Manajemen keuangan itu merupakan keseluruhan proses upaya memperoleh dan mendayagunakan semua dana. Dengan demikian, paling tidak ada dua kegiatan besar dalam manajemen keuangan di sekolah dasar. Pertama, mencari sebanyak mungkin sumber-sumber keuangan dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat lembaga pendidikanan dana dari sumber-sumber keuangan tersebut. Kedua, menggunakan semua dana yang tersedia atau diperoleh semata-mata untuk kepentingan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar.
2) Penggunaan semua dana sekolah dasar harus efektif, dan efisien. Selain itu penggunaan semua dana sekolah dasar harus tertib, dan mudah dipertanggungjawabkan kepada semua pihak yang terkait.
2. Tujuan manajemen keuangan di sekolah dasar
adalah untuk mengatur sedemikian rupa sehingga semua upaya pemerolehan dana dari berbagai sumber dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Apabila dilakukan dengan sebaik-baiknya, maka semua upaya pemerolehan dana dapat berhasil. Sumber dana yang dimaksud di sini antara lain berasal dari Pemerintah (Departemen Pendidikan Nasional, atau Kantor Dinas Pendidikan Nasional propinsi, kabupaten, kota), yayasan, atau pihak-pihak lainnya. Selain itu, tujuan pelaksanaan manajemen keuangan di sekolah dasar adalah untuk mengatur semua pemanfaatan dana yang tersedia atau diperoleh dari semua sumber. Dengan pengaturan yang sebaik-baiknya diharapkan semua dana yang ada dan tersedia dapat dimanfaatkan lembaga pendidikanan secara efektif, efisien, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Prinsip dasar manajemen keuangan
Ada beberapa prinsip yang perlu dipegang teguh dalam manajemen keuangan di sekolah dasar, yaitu sebagai berikut.
1) Sumber dana pendidikan di sekolah dasar tidak sedikit, tidak hanya dari Pemerintah atau yayasan yang menaunginya. sekolah dasar bisa secara kreatif mencari sumber-sumber dana pendidikan dalam rangka eksistensinya sebagai sekolah dasar prasekolah. Namun dalam upaya memperoleh dana pendidikan dari berbagai sumber dana, hendaknya dana yang tidak mengikat lembaga atau sekolah dasar.
2) Dana pendidikan yang tersedia atau ada harus dimanfaat sekolah dasar secara efektif dan efisien. Efektif berarti semua dana yang ada digunakan semata-mata untuk pendidikan sekolah dasar. Sedangkan efisien berarti dana yang tersedia, berapapun banyaknya, harus didayagunakan sehemat mungkin. Agar memenuhi prinsip tersebut, maka dianjurkan agar setiap pendayagunaan dana selalu didahului dengan kegiatan perencanaan anggaran.
3) Semua manajemen keuangan di sekolah dasar hendaknya didasarkan pada peraturan perundang-undangan keuangan yang berlaku, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
4) Pelaksanaan manajemen keuangan di sekolah dasar merupakan tanggung jawab kepala sekolah dasar. Namun pelaksanaannya dapat melibatkan sekolah dasar guru-gurunya. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Dasar (RAPBS) misalnya, merupakan tanggung jawab kepala sekolah dasar.
Namun kepala sekolah dasar dapat mengajak guru-guru dan pesuruhnya dalam rapat penyusunan anggaran untuk menyusun anggaran pendapatan dan sekolah dasarnya itu.
Sebagaimana telah ditegaskan bahwa beberapa kegiatan manajemen keuangan di sekolah dasar, yaitu:
1) penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)
2) pengadaan dan pengalokasian anggaran berdasarkan RAPBS
3) pelaksanaan anggaran sekolah
4) pembukuan keuangan sekolah
5) pertanggungjawaban keuangan sekolah
6) pemantauan keuangan sekolah
7) penilaian kinerja manajemen keuangan sekolah
B. RAPBS
RAPBS adalah rencana biaya dan pendanaan rinci untuk tahun pertama RPS & RPM. RAPBS & RAPBM merupakan dokumen anggaran sekolah & madrasah resmi yang harus ditandatangani oleh Komite Sekolah & Madrasah dan Kepala Sekolah & Madrasah serta penanggungjawab perumusan RAPBS & RAPBM, untuk menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah & madrasah (APBS & APBM).
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) harus berdasarkan pada rencana pengembangan sekolah dan merupakan bagian dari rencana operasional tahunan. RAPBS meliputi penganggaran untuk kegiatan pengajaran, materi kelas, pengembangan profesi guru, renovasi bangunan sekolah, pemeliharaan, buku, meja dan kursi.
1) Prinsip Penyusunan RAPBS
RAPBS harus benar-benar difokuskan pada peningkatan pembelajaran murid secara jujur, bertanggung jawab, dan transparan.
RAPBS harus ditulis dalam bahasa yang sederhana dan jelas, dan dipajang di tempat terbuka di sekolah.
Dalam menyusun RAPBS, sekolah sebaiknya secara saksama memprioritaskan pembelanjaan dana sejalan dengan rencana pengembangan sekolah.
• Proses Penyusunan RAPBS
Langkah berikut biasa dipertimbangkan dalam menyusun sebuah RAPBS:
• menggunakan tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah,
• menghimpun, merangkum, dan mengelompokkan isu-isu dan masalah utama ke dalam berbagai bidang yang luas cakupannya,
• menyelesaikan analisis kebutuhan,
• memprioritaskan kebutuhan,
• mengonsultasikan rencana aksi yang ditunjukkan/dipaparkan dalam rencana pengembangan sekolah,
• mengidentifikasi dan memperhitungkan seluruh sumber pemasukan,
• menggambarkan rincian (waktu, biaya, orang yang bertanggung jawab, pelaporan, dsb.), dan
• mengawasi serta memantau kegiatan dari tahap perencanaan menuju tahap penerapan hingga evaluasi.
• Pengelolaan Anggaran Sekolah
Pengelola anggaran sekolah biasanya adalah kepala sekolah, tetapi bisa juga guru berpengalaman (senior) atau anggota komite sekolah. Di sekolah-sekolah yang lebih besar, mungkin ada pihak lain yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sebagian anggaran.Secara khusus, pengendalian anggaran terdiri dari serangkaian kegiatan pemeriksaan dan persetujuan untuk memastikan bahwa:
• dana dibelanjakan sesuai rencana,
• ada kelonggaran dalam penganggaran untuk pembayaran pajak,
• pembelanjaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan
• dana tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak disetujui atau diberikan kepada pihak penerima tanpa persetujuan.
Hasil analisis kebutuhan secara logis diklasifikasikan ke dalam kelompok staf, materi kurikulum, barang, jasa, pemeliharaan bangunan, dsb.Pengelola anggaran sekolah diharapkan membelanjakan uang sesuai alokasi dana yang direncanakan. Setiap perubahan anggaran harus disetujui oleh komite sekolah bila memang harus ada perubahan dalam tahun berjalan.Pengendalian Anggaran
Pengendalian anggaran dilakukan untuk memastikan adanya:
• pengelolaan dana yang jujur,
• penyesuaian antara pengeluaran dengan tujuan jangka menengah sekolah, tujuan jangka pendek sekolah, dan rencana-rencana lainnya,
• transparansi, dan
• upaya menghindari pembelanjaan berlebih.
Kegiatan pengendalian anggaran meliputi rencana penerapan anggaran, catatan transaksi pemasukan dan pengeluaran (pembukuan), serta pelaporan yang transparan dan akurat (akuntabilitas).
• Aturan Umum dalam Pembukuan
Setiap transaksi harus didukung dengan bukti yang sah (kuitansi). Semua transaksi dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).Setiap halaman buku kas umum harus dilengkapi kepala surat/kop, kolom catatan, nomor halaman, dan nama bulan.Setiap sisi halaman harus diparaf oleh kepala sekolah dan bendahara komite sekolah.Pada akhir setiap bulan, buku kas umum ditutup dengan membandingkan saldo yang tercatat pada buku kas dan saldo di rekening bank.
C. BOP dan BOS
Pada tahun 2005, pemerintah memperkenalkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Program ini bertujuan untuk memperkecil hambatan terbesar penyelenggaraan pendidikan dasar, yaitu terlalu besarnya biaya yang harus
ditanggung oleh orang tua peserta didik. Program BOS ini, memberikan subsidi
kebutuhan belanja sekolah/madrasah kepada semua sekolah dasar/madrasah
ibtidaiyah serta sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (negeri dan swasta), sehingga biaya pendidikan secara keseluruhan akan berkurang.
Bagi orang tua peserta didik, program BOS ini akan membantu dalam:
• Mengirim anak-anak ke sekolah/madrasah (peningkatan akses);
• Membuat anak-anak tetap bersekolah (pengurangan putus sekolah/drop-out);
• Mengirim anak-anak ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi (peningkatan
transisi dari sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah ke sekolah menengah
pertama/madrasah tsanawiyah).
Sedangkan bagi sekolah/madrasah, program ini akan:
• Meningkatkan mutu pendidikan, dan
• Mengembangkan otonomi sekolah/madrasah.
Melalui program BOS, pendapatan sekolah/madrasah meningkat secara signifikan.
Jumlah ini akan terus bertambah sejalan dengan upaya pemerintah (pusat dan daerah)
untuk meningkatkan anggaran pendidikan hingga mencapai 20% dari APBD/APBN,
sebagaimana telah digariskan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu,
pendapatan sekolah/madrasah juga akan masih bertambah lagi dari dana masyarakat
sebagai akibat dari peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam
pembiayaan sekolah/madrasah (pendidikan).
Sebagai ujung tombak pelaksanaan program pendidikan dasar ini, yakni program Wajib Belajar, Penerapan MBS dan BOS, harus ditanggapi secara positif sehingga penyelenggaraan program pendidikan dasar ini dapat benar-benar direalisasikan, baik dari jumlah maupun mutu. Sekolah/madrasah harus mampu menghasilkan lulusan yang memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Biaya Operasi adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan pendidikan yang Pedoman Penyusunan RKS-M SD/MI 41 sesuai dengan standar nasional secara teratur dan berkelanjutan. Untuk menghitung biaya operasi perlu ditentukan terlebih dahulu biaya satuan.
Biaya operasi meliputi:
1. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat
pada gaji;
2. Bahan atau peralatan habis pakai;
3. Biaya operasi pendidikan tidak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi,
pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi,
pajak, asuransi dll.
Dalam BOP pengeluaran telah ditentukan oleh pemerintah dalam tujuh kode rekening, meliputi biaya pelaksanaan kepanitiaan dan honorarium, belanja ATK, belanja makan dan minum, belanja alat peraga, belanja cetakan khusus, belanja pemeliharaan sarana dan pelatihan, dan biaya fotocopy.
D. Hasil Observasi
PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG DIAJUKAN:
1. Dari mana sajakah sumber-sumber keuangan sekolah yang Bapak/Ibu pimpin?
2. Kemana sajakah pengeluaran keuangan tersebut?
3. Bagaimanakah proses pengelolaan keuangan di sekolah ini?
4. Bagaimanakah proses perencanaan keuangan sekolah ini?
5. Apa sajakah komponen anggaran BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sekolah ini?
6. Bagaimanakah prosedur penyusunan anggaran BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sekolah ini?
7. Bagaimanakah cara menyusun anggaran BOS?
8. Apa sajakah komponen dari RAPBS (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) sekolah ini?
9. Bagaimanakah prosedur penyusunan RAPBS (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) di sekolah ini?
10. Bagaimanakah proses pertanggungjawaban keuangan di sekolah ini?
JAWABAN:
1. Sumber pendanaan sekolah diperoleh dari pemerintah berupa BOP dan BOS.
2. pengeluaran sekolah dikeluarkan sesuai dengan kode rekening yang telah ditentukan pemerintah. Ada tujuah macam kode rekening yang telah ditentukan, yaitu:
1) kepanitiaan pelaksanaan kegiatan dan honorarium
2) belanja alat tulis kantor
3) belanja foto copy
4) belanja makan dan minum
5) belanja alat peraga
6) belanja cetakan khusus
7) belanja sarana dan pelatihan
masing masing pengeluaran tersebut telah diberikan persentase/batas maksimal pengeluaran yaitu:
1) 20%
2) 5%
3) 5%
4) 5%
5) 15%
6) 35%
7) 15%
Jadi pengeluaran sekolah tidak boleh lebih dari persentase yang telah ditentukan. Jika dalam pelaksanaan pengeluaran kurang dari persentase tersebut maka sisa dana yang tersedia masuk ke saldo sekolah.
3. proses pengelolaan sekolah dilakukan berdasarkan pada tujuh kode rekening yang telah ditentukan pemerintah, jadi pengeluaran diluar kode rekening tidak ada.
4. proses perencanaan keuangan sekolah dilakukan oleh kepala sekolah, bendahara sekolah, guru-guru, dan komite sekolah. Yang kemudian dituangkan dalam Rencana Anggaran Pemasukan dan Belanja Sekolah.
5. pengeluaran uang BOS dikeluarkan diantaranya untuk biaya:
• biaya operasional
• biaya sarana prasarana: listrik internet, air, telepon.
• Biaya pembelian dan pemeliharaan buku
6. prosedur penyusunan anggaran BOS yaitu, kepala sekolah membuat draf kebutuhan sekolah yang kemudian dirapatkan dalam rapat bersama guru-guru dan komite sekolah, setelah disepakati kemudian dana disediakan yang nantinya akan diaplikasikan dalam pelaksanaan kegiatan.
7. Anggaran BOS disusun dan dibagi untuk setiap kode rekening yang telah ditentukan. Tidak lebih dari presentase yang telah ditentukan.
8. komponen dari RAPBS diantaranya:
• Belanja pegawai
• Belanja barang
• Belanja pemeliharaan
• Belanja lain-lain
9. prosedur penyusunan Rencana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Sekolah ini adalah menginventarisasi rencana program yang akan dilaksanakan, menyusun rencana berdasarkan pada skala prioritas pelaksanaannya, menentukan program kerja dan rincian program kerja, menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program, menghitung dana yang dibutuhkan (volume dan harga satuan untuk setiap komponen kegiatan), menentukan sumber dana untuk membiayai rencana, membuat kertas kerja dan lembar kerja menentukan sumber dana dan pembebanan anggaran, menghimoun data pendukung yang akurat untuk bahan acuan guna mempertahankan anggaran ayng diajukan.
10. pertanggungjawaban keuangan di sekolah ini dilakukan satu bulan sekali, tiga bulan sekali, dan pada pertengahan tahun.
• Pelaporan satu bulan sekali adalah dari bendahara sekolah ke kepala sekolah
• Pelaporan tiga bulan sekali juga adalah dari bendahara sekolah kepada kepala sekolah.
• Dan pelaporan yang dilakukan pada pertengahan tahun adalah pengawasan dari BAWASKO (Badan Pengfawasan Keuangan Sekolah) dari kepala sekolah kepada BAWASKO.

BAB III
PENUTUP
A. Analisis Hasil Observasi
Di SD Negeri 2 Kayumanis Jakarta Timur memperoleh pemasukan dana sekolah hanya dari pemerintah berupa BOP dan BOS. Yang berperan dalam penyusuanan anggaran sekolah adalah semua stake holder sekolah (kepala sekolah, guru-guru, komite sekolah). Penyusunan anggaran dilakukan dengan melakukan komunikasi dan kesepakatan kebutuhan-kebutuhan apa yang harus disediakan untuk pelaksanaan belajar mengajar disekolah. Kenapa sebelum menentukan anggaran seorang manajer sekolah harus mengadakan rapat? Karena perlu adanya transparasi. Dalam pelaksanaan kegiatan pengeluaran dana yang diperoleh SDN 2 kayumanis berpedoman pada tujuh kode rekening yang telah ditentukan pemerintah.
B. Saran
Dana yang diberikan pemerintah pada BOP dan BOS merupakan salah satu pemasukan bagi sekolah, namun untuk dapat terus mengembangkan sekolah dengan pesat perlu adanya kreativitas kepala sekolah dalam mengolah dana tidak hanya untuk dicukupkan sesuai dengan kode rekening, tetapi juga dengan aktif melakukan kegiatan dan pemenuhan kebutuhan diluar tujuh kode rekening dan mencari pemasukan yang dapat diperoleh dari dana dari masyarakat, hasil usaha mandiri, dan hasil usaha unit produksi sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

http://nasuprawoto.wordpress.com/2010/01/18/konsep-dasar-manajemen-sekolah-dasar-bagian-vii/
http://manajemensekolah.teknodik.net/?p=1239
http://siap-bos.blogspot.com/2009/06/bagaimana-cara-membuat-rencana-anggaran.html
Armeliza, Diah. Modul Manajemen Keuangan “Pengangaran”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar