Tampilkan postingan dengan label forum diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label forum diskusi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Maret 2010

STUDI KELAYAKAN

STUDI KELAYAKAN / FLEKSIBILITY STUDY
Studi kelayakan / fleksibility study merupakan suatu pengamatan dan analisis yang koprehensif mengenai aspek-aspek manajerial / internal dan factor eksternal dalam upaya membangun suatu usaha.
Aspek-aspek Manajerial / Internal yang dimaksud, diantaranya:
1. Dari fungsinya: Planning, Organizing, Actuating, dan Controling (POAC)
2. Elemen-elemen:
a. Kurikulum
b. Marketing
c. SPP
d. Pembayaran
e. TP – TK
f. Kesiswaan
Faktor-Faktor Eksternal yang dimaksud, diantaranya:
1. Peluang
2. Ancaman
Riset yang dilakukan untuk melakukan studi kelayakan merupakan suatu metode ilmiah yang memerlukan data yang valid dan menggunakan metodologi yang telah ditetapkan.


TRIANGEL
KOMPONEN KOMPONEN DALAM BISNIS


P1 = PASAR
Pasar merupakan tempat kita melakukan aktivitas jual-beli. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan tersebut adalah:
1. Demmand vs Supply
2. Daya beli
3. Marketing mix, dalam hal:
 Product: massive (massa/umum), exclusive (khusus), supplement (pelengkap/bukan murni)
4. Harga, mengenai:
a. Strategi: pesaing utama, penetrasi, STP
b. Biaya unit cost
c. Break event point
5. Place/tempat, dalm hal:
a. Harga
b. Aksesibilitas
6. Promosi, melalui:
a. Iklan: media cetak atau elektronik
b. Personal sale
7. Public relation
8. power

P2 = PERUSAHAAN / COMPANY
Perusahaan atau company merupakan lambang suatu kapitalisasi manifestasi usaha. Dalam hal ini perusahaan harus memikirkan hal-hal penting bagi perusahaan, yaitu:
1. Modal sendiri
2. Kredit
3. Pasar modal
4. Investasi lain-lain
5. Sumber Daya Manusia, dalam hal:
a. Kualitas
b. Kuantitas
c. Visi bisnis – differensiasi
d. Organisasi (kementrian>
P3 = PESAING
1. Marketing research Metode Ilmiah dan Valid
2. Marketing intelegent
P4 = PERUBAHAN
Dalam melakukan suatu perubahan kita harus terbuka dengan semua perkembangan, baik itu dari teknologi sampai kebutuhan masyarakat saat ini. Hal penting yang harus diperhatikan adalah dalam melakukan perubahan kita harus menganalisis kapan waktu yang tepat dilakukan perubahan tersebut.

Kamis, 25 Februari 2010

karakteristik jasa, perdagangan, dan manufaktur

JASA
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kepada masyarakat dengan cara menjual jasa. Misalnya: usaha salon, usaha angkutan, laundry, bengkel, arsitek, konsultan, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Perusahaan Jasa
Karena perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual jasa maka cirri-ciri perusahaan tersebut adalah:
1. yang dijual adalah jasa pelayanan, bukan barang/benda;
2. tidak terjadi transfer/pemindahan pemilikan barang dari penjual kepada pembeli;
3. tidak terjadi pengembalian (retur)atas jasa yang diperjualbelikan;
4. tidak terdapat persediaan jasa.
Dari cirri tersebut akan memengaruhi jenis akun yang digunakan perusahaan.


PERDAGANGAN
Ada perbedaan signifikan antara perusahaan dagang dan perusahaan jasa. Yang paling menonjol adalah perbedaan aktivitas, perusahaan dagang beraktivitas dengan membeli barang dan menjualnya kepada pelanggan. Di dalam laporan laba/rugi perusahaan dagang, pendapatan dari penjualan barang dagangan dilaporkan sebagai penjualan. Penjualan dikurangi harga pokok penjualan untuk mendapatkan laba kotor. Untuk mendapatkan laba bersih, laba kotor dikurangi beban operasi. Persediaan

Karakteristik Perusahaan Dagang
Ditinjau dari jenis usaha dan cara mendapatkan laba, perusahaan dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:
1. perusahaan jasa (sevice business), yaitu perusahaan yang mendapatkan labanya dengan cara menjual jasa dari sumber daya yang dimiliki.
2. perusahaan dagang (trading business), yaitu perusahaan yang mendapatkan labanya dengan cara membeli terlebih dahulu barang (dagang), kmemudian menjualnya kembali (tanpa mengubah bentuk) dengan harga yang lebih tinggi.
3. perusahaan industri (manufacturing business), yaitu perusahaanyang mendapatkan labanya dengan cara membeli barang (bahan mentah), kemudian mengolahnya dengan mengeluarkan biaya, dan setelah menjadi barang jadi dijual dengan harga yang lebih tinggi
Berdasarkan penggolongan itu maka untuk menghitung pendapatan utama atau laba kotor (laba sebelum dikurangi dengan beban usaha) tiap jenis perusahaan adalah sebagai berikut:
• untuk perusahaan jasa
hasil penjualan atas jasa yang diserahkan kepada para pengguna jasa.
• untuk perusahaan dagang
hasil penjualan barang atau persediaan yang terjual dikurangi harga pokok (pembelian) barang yang terjual.
• untuk perusahaan industri
hasil penjualan produk yang terjual dikurangi harga pokok (pembuatan) produk yang terjual (cost of goods sold)
jadi, untuk perusahaan dagang, kita dapat memperoleh beberapa temuan berikut:
1. ditinjau dari aktivitasnya, perusahaan dagang mempunyai dua kegiatan utama, yaitu membeli barang dagang dan menjualnya kembali barang dagang (tanpa mengubah bentuk).
2. ditinjau dari aktiva yang dimiliki, perusahaan dagang memiliki harta yang berupa persediaan barang dagang. Untuk perusahaan jasa, hal itu tidak diperlukan. Perusahaan industri memiliki persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi.
3. ditinjau dari perhitungan laba kotor, perusahaan dagang memerlukan perhitungan harga pokok barang yang berhasil terjual (harga pokok penjualan).


Manufaktur


Manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.

Upaya ini melibatkan semua proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi komponen-komponen suatu produk. Beberapa industri, seperti produsen semikonduktor dan baja, juga menggunakan istilah fabrikasi atau pabrikasi.
Sektor manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik.

Seringkali dikatakan bahwa jasa memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari barang atau produk –produk manufaktur.

Empat karakteristik yang paling sering dijumpai dalam jasa dan pembeda dari barang pada umumnya adalah (Payne, 2001:9):

1.Tidak berwujud
2.Heteregonitas
3.Tidak dapat dipisahkan
4.Tidak tahan lama

Jasa tidak mungkin disimpan dalam persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen jasa dimana ia membeli jasa.

Bisnis Jasa
Contoh dari bisnis jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah:
1. Bisnis jasa: konsultan, keuangan, perbankan
2. Perdagangan jasa: eceran, pemeliharaan dan perbaikan
3. Jasa infrastruktur: komunikasi, transportasi
4. Jasa personal/sosial: restoran, perawatan kesehatan
5. Administrasi umum: pendidikan, pemerintah.

Perdagangan atau perniagaan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya. Pada masa awal sebelum uang ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang. Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan penukaran uang. Setiap barang dinilai dengan sejumlah uang. Pembeli akan menukar barang atau jasa dengan sejumlah uang yang diinginkan penjual.

JENIS BADAN HUKUM
1. Perseorangan
2. Firm
Badan hukum yang terdiri dari beberapa pemilik dimana salah satu pemiliknya menjadi pengelola dan sebagian lagi menjadi partner.
3. CV (Commanditaire Vennotschaap)
Badan hukum yang pada dasarnya memiliki konsep sama seperti Firm namun Persero comanditer dan complementer, maksudnya adalah kedua pemilik memiliki tugas yang berbeda namun saling melengkapi. Pihak pertama yang mengelola usaha secara aktif, namun pihak kedua hanya menanamkan modal saja.
4. PT (Perseroan Terbatas)/Ltd
Badan Hukum yang menunjukkan modalnya terbagi dalam saham-saham dan tanggung jawab pemegang saham sebatas jumlah/nilai saham yang dimiliki.
PT terbagi menjadi 2 jenis :
 Tertutup
Saham-sahamnya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja
 Terbuka
Telah menjual sahamnya kepada masyarakat di bursa saham.
5. Koperasi
Badan hokum yang hamper sama dengan PT namun, bukan berbentuk saham tapi berupa simpanan.
6. BHMN (Badan Hukum Milik Negara)
Diizinkan untuk mencari dana yang lebih banyak dan mendapatkan kas yang sedikit dari pemerintah/negara
7. BHP (Badan Hukum Pendidikan)
Yang berindikasi kepada peraturan untuk membayar pajak.
Dalam kegiatan Usaha, terdapat prinsip umum. Prinsip umum tersebut dinamakan Bussiness Entity Cocept (Konsep Kesatuan Usaha) yaitu prinsip yang menegaskan bahwa keuangan perusahaan harus terpisah dari keuangan pribadi.

SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN PERUSAHAAN
 Modal Pemilik
 Kredit/pinjaman
 Keuntungan Investasi

SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN SEKOLAH
 Peserta didik/ orang tua
 BOS, BOP, BOMM, dll
 Sumbangan/Hibah/Grant

DASAR-DASAR AKUNTANSI
Proses atau tahapan kegiatan akuntansi diantaranya adalah sebagai berikut :
 Pencatatan : Journal
- General Journal
- Cash
 Pengklasifikasian : Ledger
 Peringkasan : Neraca atau work sheet
 Pelaporan : financial statement
- I statement
- Reportary Statement
- B statement
 Interpretasi : ALK
- Solvabilitas
- Rentabilitas
- Liquiditas
- Profiklalitas

SALDO NORMAL
Dilakukan pada tahap peringkasan yang berupa saldo dari masing-masing prakiraan buku besar yang akan digunakan sebagai data dasar untuk membuat neraca atau worksheet dalam rangka penyusunan laporan keuangan.
Jenis-jenis saldo normal :
1. Aktiva : Debit
2. Labelities : Kredit
3. Capital : Kredit
4. Cash dan Expenses : Debit
5. Income :Kredit
6. Depresiasi dan Amartisasi : Kredit

Sabtu, 10 Maret 2007

Sumber Pembiayaan Pendidikan

Sisdiknas No. 20 Pasal 46 Ayat 1: ada tiga sumber anggaran pendidikan
1. Pemerintah Pusat
2. Pemerintah Daerah
3. Masyarakat

Sumber Pembiayaan Pendidikan:
1. Pemerintah Pusat: BOS (sama seluruh darah)
• Tergantung pada jumlah siswa
• ∑dana BOS = ∑siswa x dana BOS/siswa
• Dana BOS dari pemerintah pusat berasal dari APBN (pajak, SDA, investasi, pinjaman LN)
2. Pemerintah Daerah: BOP
• Tergantung pada jumlah siswa
• Nama berbeda riap daerah misalnya SBB (di daerah bekasi) kepanjangan dari Sekolah Bebas Biaya.
• Dana BOP dari pemerintah daerah berasal dari APBD (PAD, DAU, dll)
3. Masyarakat: SPP, UP, dll
• Untuk biaya peserta didik (seragam, buku, ATK, transport, dll)

Prinsip Perolehan Dana Pendidikan:
1. Prinsip keadilan:
“jika ekonomi rendah, maka bantuan tinggi” dan atau “jika ekonomi tinggi, maka bantuan rendah”
Tujuannya adalah agar semua warga Negara bisa mengakses pendidikan.
Aplikasi pemerataan tersebut adalah melalui penyaluran dana BOS.

Ketentuan Dana BOS:
 Jumlah disesuaikan jumlah siswa
 Dana BOS/siswa sama seluruh daerah
 Jika sebelum sekolah memperoleh dana BOS uang sekolah lebih kecil, maka siswa tidak membayar biaya pendidikan (gratis)
 Jika setelah sekolah menerima dana BOS dana sekolah sama dengan dana BOS, maka siswa tidak membayar biaya pendidikan (gratis full)
 Jika setelah menerima dana BOS uang sekolah lebih besar, maka orang tua siswa membayar uang sekolah dikurangi dana BOS
 Sekolah swasta/madrasah bias menolak dana BOS

2. Prinsip Kecukupan:
idealnya dana yang diterima sama dengan dana yang dikeluarkan. Maka harusnya berdasarkan pada RAPBS/M.

Fakta: dana yang diterima < dana yang dikeluarkan skala prioritas penghematan ada program yang dihilangkan.

Hambatan-hambatan yang dihadapi:
 Alokasi dijit
 Keterlambatan diberikannya dana

3. Prinsip Keberlanjutan
 Program: program dapat terlaksana sesuai waktu perencanaan
 Sarana : dana daro BOS/P digunakan untuk pemeliharaan dan rehabilitasi.
4. Prinsip Efisiensi:
menggunakan semua sumber daya yang tersedia sebaik-baiknya.
5. Prinsip Transparansi:
laporan (bukti fisik: foto, sarana)
6. Prinsip Akuntabilitas:
pertanggungjawaban (alokasi, besaran/volume)